LULUS SARJANA TEKNIK atau INSINYUR
Tahun ke tiga, karena ia mahasiswa pindahan, ia sudah mulai mengambil judul TA, tugas akhir riset dan pengembangannya. Ia banyak berinteraksi dengan pak Asmui Nasution, kepala sub-dinas pendidikan di WITEL IV Jakarta.
Pada saat ada pelatihan SKSO dan praktek penyambungan kabel serat optik, ia minta izin ikut serta.
Ia diizinkan, karena ia juga sebagai pengajar disana. Paling tidak ia bisa melihat dan mencoba bagaimana cara penyambungan serat dan setelah itu di ukur tahanan sambungan atau connection attenuate effectnya. Termasuk membahas Schrodinger effectnya, untuk junction berjarak jauh, long haul junction upto 100km long. Disini hanya menggunakan rumusan akhir, hasil empiris saja.
Dari sini timbul idenya untuk membuat perencanaan SKSO untuk daerah JABOTABEK sebagai judul risetnya. Ia berdiskusi dengan Ibu Rachmah MSc dosennya dari UI dalam rangka riset tugas akhir ini, dan beliau setuju sebagai pembimbing. Kerangka berfikir dan urutan pembahasan ia menggunakan prinsip kendali atau controle principle engineering. Bagaimana prinsip ini bekerja, tentu tidak dapat dijelaskan panjang lebar disini.
![]() |
| Aplikasi SKSO |
Dari sini timbul idenya untuk membuat perencanaan SKSO untuk daerah JABOTABEK sebagai judul risetnya. Ia berdiskusi dengan Ibu Rachmah MSc dosennya dari UI dalam rangka riset tugas akhir ini, dan beliau setuju sebagai pembimbing. Kerangka berfikir dan urutan pembahasan ia menggunakan prinsip kendali atau controle principle engineering. Bagaimana prinsip ini bekerja, tentu tidak dapat dijelaskan panjang lebar disini.
![]() |
| Pola Pikir Pengendalian Service, berakhir pada Perencanaan jaringan FO |
Daftar bacaan teori disiapkan, data-data perencanan jaringan penghubung untuk short dan long term planning dipinjamnya dari temannya bagian jaringan junction dan membacanya ditempat, membuat fotocopy yang penting-penting tentang perencanaan jaringan penghubung. Beberapa hal dalam perencanaan itu masih harus diperbaiki.
Tahun itu, akhir tahun 1983, Telkom belum berencana menggunakan kabel serat optik sebagai jaringan penghubung. Data traffic diperolehnya dari data primer dan sekunder dari tiap-tiap sentral penghubung. Setelah kurang lebih enam bulan, diskusi dengan Ibu dosen Ir. Rachmah MSc sudah dinyatakan cukup, iapun mendaftar sidang ujian TA. Pengujinya adalah pak DR. Tambunan sebagai ketua Jurusan, Pak Arifin dan Pak Zakarias Santoso masing-masing sebagai penguji. Ia didampingi dosen pembimbingnya, Ir. Rochmah MSC, dan setelah sidang ia dinyatakan lulus dengan sangat baik.
Tahun itu, akhir tahun 1983, Telkom belum berencana menggunakan kabel serat optik sebagai jaringan penghubung. Data traffic diperolehnya dari data primer dan sekunder dari tiap-tiap sentral penghubung. Setelah kurang lebih enam bulan, diskusi dengan Ibu dosen Ir. Rachmah MSc sudah dinyatakan cukup, iapun mendaftar sidang ujian TA. Pengujinya adalah pak DR. Tambunan sebagai ketua Jurusan, Pak Arifin dan Pak Zakarias Santoso masing-masing sebagai penguji. Ia didampingi dosen pembimbingnya, Ir. Rochmah MSC, dan setelah sidang ia dinyatakan lulus dengan sangat baik.
Pada saat wisuda, ia tidak berfikir untuk tidak ikut. Namun ketika istrinya menanyakan kenapa tidak ikut, ia menjawab,
“Buat apa lagi Tat, sudah tidak ada pengaruhnya terhadap golongan, sudah lewat. Paling berguna nanti, kalau dipilih untuk menduduki jabatan tertentu” jawabnya.
“Mungkin bagi kak Nur tidak perlu, tapi bagi saya dan anak-anak ini adalah kebanggaan. Berarti pilihan saya dulu ke Kak Nur tidak salah, Kak Nur adalah orang mempunyai semangat hidup yang tinggi. Siapa sih yang tidak bangga, sambil bekerja, biaya sendiri, lulus insinyur sangat baik pula” tambahan,
“Ayolah kita berangkat, paling tidak untuk kenang-kenangan nanti buat anak-anak, walaupun sudah sedikit kesiangan. Kita naik taksi saja ke Srengseng Sawah biar tidak terlalu terlambat”, lanjut Tati.
Rizal, Dian dan Emil dipersiapkan, diganti bajunya dan segera siap. Taksi dipanggil dan mereka
berempat berangkat ke Srengseng Sawah, dan pada saat tiba acara sudah berjalan setengahnya. Mereka sudah tidak kebagian konsumsi. Ia hanya tinggal mengikuti pelantikan wisudawan saja, dilihat istri dan anak-anaknya. Mereka bangga akan ketabahan dan kegigihan Bapaknya. Teman-temannya mengucapkan selamat kepadanya, ada Agus, Adi, Moses T, Zachri P dan Zul.
Mereka berfoto-foto dan meminta hasilnya. Lalu mereka pulang, juga dengan taksi, dan makan siang bersama, mereka singgah di rumah makan padang di Jalan Matraman di persimpangan Jalan Tegalan. Begitu juga ketika pelantikan sarjana ISTN pada malam penutupan atau inaugurasi mahasiswa baru. Mereka berangkat bersama, dan ketika pulang mereka naik taksi lagi dan makan malam di Rumah Makan Padang yang sama.
![]() |
| Rumah dan Rumah Makan Padang Jl. Tegalan |
Mereka berfoto-foto dan meminta hasilnya. Lalu mereka pulang, juga dengan taksi, dan makan siang bersama, mereka singgah di rumah makan padang di Jalan Matraman di persimpangan Jalan Tegalan. Begitu juga ketika pelantikan sarjana ISTN pada malam penutupan atau inaugurasi mahasiswa baru. Mereka berangkat bersama, dan ketika pulang mereka naik taksi lagi dan makan malam di Rumah Makan Padang yang sama.
Pada mulanya ia biasa saja perasaannya ketika dinyatakan lulus sebagai seorang insinyur. Wajar saja, karena ia tidak merasa terlalu lelah mengikutinya semuanya. Ia dapat menguasai semua mata pelajaran. Ia kompak dengan teman-teman mahasiswa, bahkan ia diajak belajar bersama, bergaul bersama. Ia merasa tidak ada bedanya ketika ia masih mahasiswa yang pertama sekali, ketika di Bandung dulu. Tapi setelah ia mengingat ke belakang, sejak ia bercita-cita dan mencanangkan menjadi insinyur sejak SD, apa saja yang telah dilakukannya dan berapa lama ia baru mencapainya, barulah ia kagum terhadap pertolonganNya terhadap apa doa-doanya dengan apa yang sudah dicapainya. Apa yang dicita-citakannya sejak ia masih kelas enam SD, kini telah menjadi kenyataan, dua puluh empat tahun kemudian, ia telah menjadi seorang insinyur kini.
Ia pernah mengajar untuk mencari tambahan biaya hidup dan biaya kuliahnya di IKIP/UPI selama hampir tiga tahun. Ia juga mendapat upahan mengetik skripsi mahasiswa yang akan sidang TA sampai ia lulus sarjana muda. Lalu diterima menjadi karyawan TELKOM. Lama, berliku dan penuh perjuangan. Ia tidak pernah menyerah untuk mencapai cita-citanya itu. Walaupun ia tidak bisa lepas dari mengasuh anaknya, Anwar Rizal, Dian Hidayati dan Emil Himan yang masih kecil. Untuk membuat diktat elektronika di pendidikan D2 Telkom, sambil menggendong anaknya ia mengetik, dan kalau perlu ikut mengepel rumah, ketika pembantu tidak ada.
Ia juga harus mengikuti praktikum elektronika di daerah Plumpang, Tanjung Priok dalam delapan modul, dimulai pukul dua sore sampai selesai. ****
Ia pernah mengajar untuk mencari tambahan biaya hidup dan biaya kuliahnya di IKIP/UPI selama hampir tiga tahun. Ia juga mendapat upahan mengetik skripsi mahasiswa yang akan sidang TA sampai ia lulus sarjana muda. Lalu diterima menjadi karyawan TELKOM. Lama, berliku dan penuh perjuangan. Ia tidak pernah menyerah untuk mencapai cita-citanya itu. Walaupun ia tidak bisa lepas dari mengasuh anaknya, Anwar Rizal, Dian Hidayati dan Emil Himan yang masih kecil. Untuk membuat diktat elektronika di pendidikan D2 Telkom, sambil menggendong anaknya ia mengetik, dan kalau perlu ikut mengepel rumah, ketika pembantu tidak ada.
![]() |
| Laboratorium Elektronika, Kampus Plumpang |
Di masa ia masih kuliah, tahun 1982, Emil Hilman lahir di RS Islam di Cempaka Putih Jakarta, bulan Februari tanggal 23. Rumah mereka pindah ke rumah yang lebih baik yang berada di belakang rumah di Jalan Penggalang ke Gang Penggalang I, yang lengkap dengan air PDAM dan lingkungan dan bentuk rumah yang lebih sehat. Yang menjaga Rizal dan Dian masih tetap Nurbaya. Pada hari ketiga, Rizal sudah gelisah demikian juga Dian, karena sudah tiga hari tidak bertemu dengan ibunya. Ini kelihatan dari cengengnya dan sangat mudah menangis, sukar dibujuk untuk diam, selalu menanyakan ibunya. Dibawalah Dian dan Rizal ke RS Islam Jakarta, menggunakan taksi. Ibunya, Siti Nurhayati juga sudah rindu juga, sehingga ketika berjumpa, mereka berpelukan cukup lama. Setelah kerinduannya terpuaskan, Dian dan Rizal diajak pulang. Dian biasanya suka mabuk kendaraan kalau di bawa naik taksi ke dan dari RS Islam Jakarta.
Waktu pulang, karena Dian kelihatannya sudah keringat dingin diperjalanan karena mabuk kendaraan, mereka turun di Pramuka, pasar burung dan berjalan kaki ke rumah. Tahun keempat tepatnya tahun 1981 Rizal ikut TK pagi hari dan sore harinya ia suka ikut ibunya ke sekolah. Karena kelihatannya Rizal dapat mengikuti pelajaran dengan baik, maka ia dapat melanjutkan sekolah SDnya, yang dimulai umur empat tahun.
![]() |
| RS Islam Cempaka Putih Jakarta. |
Pada tahun yang sama saat kelulusannya dari ISTN, iapun dialih-tugaskan menjadi Kepala Kantor di Pekanbaru. Untuk informasi ujian Negara, dikordinir oleh temannya yang juga akan ikut ujian Negara di Jakarta, Densi Mas Agus. Setelah satu setengah tahun di Pekanbaru, tahun 1986 akhirnya mereka ikut ujian Negara. Ia sengaja mengambil cuti dan dengan pesawat ia berangkat ke Jakarta dan menginap di Wisma Postel Jalan Pasar baru Jakarta. Sebelum ujian Negara, semuanya yang ikut diadakan review mata kuliah dan model sidang ujian komprehensif. Ia jumpa temannya yang selalu diajarinya elektronika, Haryanti Lokananta.
“Aku kangen sekali sama Bapak” katanya. Lalu mereka membahas bahan ujian dan cara menjawabnya ketika ia bertindak sebagai asisten dosen elektronika dulu.
“Yang ini rangkaian pengganti searahnya bagaimana dan rangkaian pengganti sinyal ABB, atau rangkaian arus bolak baliknya bagaimana” tanya Haryanti.
Yang lain akhirnya ikut nimbrung. Penjelasan demi penjelasan diurai di papan tulis tempat mereka mengadakan review. Sampai beberapa kali. Yang mengerti ya langsung bisa mengerti, yang setengah mengerti atau bahkan tidak mengerti sama sekali juga ada.
Ada empat mata kuliah yang di uji pada saat ujian Negara. Yang lain diambil dari nilai hasil ujian lokal. Salah satunya apa yang mereka review yakni mata pelajaran elektronika. Yang lain adalah Rangkaian listrik, Teknik Telekomunikasi dan Mesin-mesin Listrik, dan ia semuanya berhasil lulus dengan nilai yang baik. Akhirnya setelah sidang Tugas Penelitiannya selesai, ia dinyatakan lulus ujian negara tahun 1986.
Kesempurnaan dan Kemahatahuan Allah
Demikianlah, hari itu ia telah mendengar semuanya, ia dinyatakan lulus sebagai seorang insinyur. Ia gembira tidak kepalang, tapi tetaplah ia yang harus rendah hati. Ilmu yang dimilikinya belum seberapa, apalagi jika dibandingkan dengan pengetahuan Allah. Pada malam hari ia dapat melihat bintang di malam kelam, bermilyar-milyar jumlahnya tak terhitung. Kalau dalam angka jumlah itu mengatakan 1 sampai dengan n, berapakah gerangan akhir dari nilai n itu ? Apakah nn? Berapakah nn itu? Masih belum dan tidak akan bisa terjawab.
Bintang gemintang itu berputar mengelilingi lintasan orbitnya masing-masing, ada yang bulat dan ada yang membentuk lintasan ellips, bersilangan satu sama lain. Lalu membentuk lintasan yang lebih besar lagi, yang kalau di ukur dengan kecepatan cahaya, akan diperlukan milyaran tahun dalam satu lintasan yang sangat besar, sedangkan umur manusia hanyalah rata-rata di bawah seratus tahun. Seberapa besarkah kira-kira lintasan terbesar itu? Bagaimanakah kira-kira kombinasi semua bentuk lintasan itu jika di nyatakan dengan persamaan garis? Semuanya kabur, kecuali dapat dikatakan, hal itu telah diatur dengan seksama oleh yang maha mengetahui, maha perekayasa ulung tak tertandingi.
Persis ayat-ayat mutasabihat dalam Al Qur’an, seperti Alif Lam Mim, yang selalu diartikan hanya Allah SWT yang mengetahui artinya, yang mengetahui rahasia di balik itu semua. Peringatan Allah kepada manusia yang merasa dirinya pintar. Hari ini semua ilmu manusia menjadi tidak berarti, kecuali hanya bagaikan setitik air di atas samudra pengetahuan Allah.
![]() |
| Alif Lam Mim, Kaligrafi |
Begitu pulalah gambaran bagaimana Allah dengan sempurna mengatur remah-remah kehidupan seseorang, kehidupan diri pribadinya yang indah tak terperi. Yang dengan teratur, mengatur remah-remah kehidupan itu menjadi nyata, menjadi satu kesatuan, dengan latar belakang keindahan ayat-ayat kauniyahNya, keindahan alam semesta. Sedemikian indah, Allah menyongsong mimpi-mimpinya sejak SD dengan berlari, walaupun ia hanya datang meminta dengan berjalan kaki. Ia hanya meminta segelas air, Dia memberinya lautan. Ia meminta secercah cahaya penerang, Dia memberinya matahari. Ia meminta sebatang pohon, Dia memberinya hutan belantara. Semogalah ia menjadi muslim yang kaffah dan seterusnya nanti. Subhanallah …….. Alhamdulilah.. ya Allah, Pelimpah Rahmat dan kasih sayang, kabulkanlah…!
******






































