MENERUSKAN KULIAH S1 DI JAKARTA
Awal tahun 1979, ia berusaha untuk mengikuti pendidikan lagi. Ia masih memendam cita-citanya yang ingin menjadi insinyur. Bermacam usaha telah dicobanya, untuk mengikuti kuliah di FT-UI Salemba, sebagai mahasiswa pindahan namun gagal.
Begitu juga ia berusaha untuk menghubungi IKIP/UNJ Jakarta di bilangan Rawamangun, namun petugas mahasiswa yang menerimanya kelihatannya keberatan dengan status pindahan itu. Kemungkinan karena cinta almamter yang berlebihan. Saking cintanya mereka beranggapan, kampus lain itu adalah kampus yang tidak sesempurna mereka, sehingga terkesan meremehkan. Begitu pula, ketika bagian tata usahanya juga tidak bisa bertindak apa-apa, tidak bisa memberi saran apapun yang terbaik yang harus ia lakukan. Tidak ada petunjuk dari atasan. Padahal ketika kita dulu bersama mengorganisir demo mahasiswa, mereka cukup bisa bekerja sama. Sebenarnya ia tidak serius mengurus kuliahnya di IKIP Jakarta, karena tidak sesuai dengan cita-citanya.
![]() |
| Kampua FT UI lama Jl. Salemba |
![]() |
| UNJ/IKIP Rawamangun Jakarta |
Sampai akhirnya ia pergi ke ATTN/STTN Cikini, Jalan CIkini Jakarta, atas saran teman sekerjanya, Densi Mas Agus. Sebelumnya, ketika ia masih belajar di STM dulu di Pematangsiantar, ia sudah mendengar mengenai Akademi ini, karena ada seorang alumninya bekerja di PLN Pematangsiantar. Cuma ia tidak sungguh-sungguh mengikutinya, karena saat itu juga, sekolah atau kuliah di Akademi ini memang cukup mahal, terutama karena memang harus tinggal di Jakarta.
Bersama Densi Mas Agus, temannya sesama karyawan TELKOM, mereka mendaftarkan diri untuk mengikuti test pada kahir Nopember 1979.
Nah, pada saat test, ia sangat terkejut karena materi yang diujikan adalah mata kuliah matematika tingkat tiga, menggunakan persamaan Bessel level dua, sangat sukar, dan memang belum pernah dipelajarinya ketika masih di FKIT-IKIP/UPI maupn ketika belajar di TELKOM.
Oleh karena itu, STTN menempatkannya di tingkat dua dulu, dan ikut mata kuliah yang diujikan itu. Ia pun mulai mengikuti perkuliahan khusus untuk juruan arus lemah, elektronika telekomunikasi. Kuliah perdananya sekitar bulan Desember tahun 1979, sebelum perayaan natal. Perkuliahannya adalah mengenai Matematika Terapan, awal dari pelajaran ke Persamaan Bessel sampai level 3. Pak Zakarias Santoso sebagai dosen, sangat menguasai materi yang diajarkan dan penggunaannya di lapangan. Contoh-contoh soal dan jawabannya sudah dimiliki copynya oleh mahasiswa lain, dan ia meminta satu copy utk dipelajari. Biasanya dipelajari bersama di kampus. Oleh karena itu, iapun selanjutnya tidak mengalami kesulitan untuk dapat mengerti dan dapat menyelesaikan soal-soalnya.
Nah, pada saat test, ia sangat terkejut karena materi yang diujikan adalah mata kuliah matematika tingkat tiga, menggunakan persamaan Bessel level dua, sangat sukar, dan memang belum pernah dipelajarinya ketika masih di FKIT-IKIP/UPI maupn ketika belajar di TELKOM.
![]() |
| Persamaan Bessel |
Untuk mata pelajaran mesin-mesin listrik diajar oleh Pak Harahap dari PLN. Sama seperti pelajaran matematika terapan di atas, teman-temannya mahasiswa lama sudah mempunyai contoh jawaban dari semua soal yang pernah diujikan, dan ia juga memperoleh satu kopi lengkap.
Sebelum ada kuliah, atau perpindahan satu mata kuliah ke mata kuliah yang lain selalu ada waktu, yang dapat mereka pergunakan untuk membahas cara penyelesaian soal-soal ujian semester atau ujian kenaikan tingkat. Kuliah Fiskia Lanjutan yang berisi tentang teori gelombang lanjutan, yang membahas tentang perambatan gelombang electro-magnetic dan antenna-antena, seperti: parabola, setengah gelombang, satu atau dua gelombang dijelaskan dengan baik sekali, karena pak Zakarias sangat menguasai bahan pelajaran ini. Ia dapat menerangkan dengan jelas. Jika ada yang bertanya, dengan sukarela ia akan memberi jawaban yang lebih dalam lagi. Baik sebagai persamaan gelombang di alam lepas yang dikenal sebagai Propagasi-Radio maupun gelombang terbimbing, guided wave, dalam bumbung gelombang atau wave guide. Persamaan gelombang dengan menggunakan Analisis Vektor, bagaimana persamaan itu tercipta, dan sekarang untuk apa dipergunakan, semua dijelaskan dan dapat ditangkap dan dimengertinya dengan baik. Ia lulus dalam mata kuliah ini dengan nilai tertinggi.
Sebelum ada kuliah, atau perpindahan satu mata kuliah ke mata kuliah yang lain selalu ada waktu, yang dapat mereka pergunakan untuk membahas cara penyelesaian soal-soal ujian semester atau ujian kenaikan tingkat. Kuliah Fiskia Lanjutan yang berisi tentang teori gelombang lanjutan, yang membahas tentang perambatan gelombang electro-magnetic dan antenna-antena, seperti: parabola, setengah gelombang, satu atau dua gelombang dijelaskan dengan baik sekali, karena pak Zakarias sangat menguasai bahan pelajaran ini. Ia dapat menerangkan dengan jelas. Jika ada yang bertanya, dengan sukarela ia akan memberi jawaban yang lebih dalam lagi. Baik sebagai persamaan gelombang di alam lepas yang dikenal sebagai Propagasi-Radio maupun gelombang terbimbing, guided wave, dalam bumbung gelombang atau wave guide. Persamaan gelombang dengan menggunakan Analisis Vektor, bagaimana persamaan itu tercipta, dan sekarang untuk apa dipergunakan, semua dijelaskan dan dapat ditangkap dan dimengertinya dengan baik. Ia lulus dalam mata kuliah ini dengan nilai tertinggi.
Selain pak Zakarias Santoso, dosen lainnya adalah pak Arifin mengajarkan teknik telekom dan ibu Ir. Rahmah MSC (kini almarhumah, semoga mendapat yang layak sisiNya) dari UI mengajarnya SKSO, Sistem Komunikasi Serat Optik, fiber optic telecommunication.
Ada pak Sahala Silalahi satu semester mengajarnya tentang elektronika dan pak Iwan dari Telkom mengajarkan tentang teknik telekomunikasi sampai degan tingkat empat, saat peralihan sistem tingkat ke sistem semester.
Untuk pelajaran matematika dengan syarat batas diajar oleh salah seorang dosen terbang dari ITB. Ilmu Komputer saat itu diajar oleh seorang karyawan PLN, dengan basis pelajaran flowchart dan bahasa BASIC yang beroperasi dengan system DOS. Mereka praktikum satu kali saja, menggambar persamaan kuadrat, sambil memperkenalkan komputer desktop pertama di Laboratorium Komputer PLN di Jalah Sisingamangaraja Kebayoran.
![]() |
| Applikasi Komunikasi Serat Optik |
Untuk pelajaran matematika dengan syarat batas diajar oleh salah seorang dosen terbang dari ITB. Ilmu Komputer saat itu diajar oleh seorang karyawan PLN, dengan basis pelajaran flowchart dan bahasa BASIC yang beroperasi dengan system DOS. Mereka praktikum satu kali saja, menggambar persamaan kuadrat, sambil memperkenalkan komputer desktop pertama di Laboratorium Komputer PLN di Jalah Sisingamangaraja Kebayoran.
Rumah, Gedung TELKOM Gambir, Kampus Cikini dan Srengseng
Ketika pulang bekerja diariTELKOM Jalan Merdeka Selatan, ia langsung berangkat ke kampus di jalan Cikini dengan motor Vespa tahun 1976nya. Biasanya ia menunggu di kelas atau di kantin sampai pukul tiga sore. Ada satu dua kuliah yang diajarkan pada jam-jam ini, tetapi umumnya dimulai pukul empat sore sampai menjelang magrib. Lalu dilanjutkan sampai pukul sepuluh malam.
Kuliah di Kampus Cikini tidak ada masalah, ia bisa langsung parkir di halaman dan berdiskusi dengan teman-temannya sebelum perkuliahan dimulai, selesai kuliah dan pulang kadang-kadang sampai setengah sebelas. Bisa di kelas dan bisa juga di kantin. Kalau harus ke kampus di Srengseng Sawah, kampus baru mereka, ia langsung ke stasiun KA Gambir ( berada sangat dekat dengan gedung Telkom Gambir) dan beli tiket lalu berangkat, turun di stasiun Lenteng Agung.
![]() |
| Stasiun KA Gambir |
![]() |
| Rumah Jl, Penggalang I dibelakang rumah yg kanan |
![]() |
| Akses Kampus Cikini |
![]() |
| Stasiun KA Cikini |
![]() |
| Stasiun Lenteng Agung di waktu malam |
Teman kuliahnya ada seorang perempuan dari kota, istilah tempat di Jakarta Utara dekat Stasiun Kota, dekat perkampungan Glodog di daerah Mangga Dua, tidak jauh dari kota tua dan museum Fatahillah yang sekarang. Haryati Lokananta namanya. Pada saat waktu luang ia sering menerangkan tentang rumus-rumus elektronika kepadanya, terutama pada proses mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah. Persamaan Differensial yang menyangkut pengisian dan pengosongan kapasitor. Demikian juga tentang teori penguatan dan transistor switching. Setelah menjelaskan, ia merasa lebih mengerti lebih dalam tentang hal yang diterangkannya. Teman-teman lainnya adalah Moses Tuanakotta, Adi, Zul, Dolon N, Agus S, Purwanto, Zachri Pramudia dari TVRI dan lain-lain, ada kurang lebih sepuluh orang yang rajin aktif kuliah. Mereka adalah angkatan pertama jurusan arus lemah di STTN/ISTN ini. Sampai akhirnya lulus sarjana muda elektro, pada tahun kedua kuliah, ia berhak memakai gelar BE, Bachelor Engineering versi STTN/ISTN.
Rekayasa Total System
Setelah lulus sarjana muda, kuliah berlanjut ke tingkat IV dan V. Pak Zakarias juga mengajar Elektronika pada tahun ketiga pada tingkat empat. Karena ia dapat menguasai elektronika dengan baik, ia sering mengajari teman-temannya termasuk Haryati. Iapun ditunjuk menjadi asisten dosen pak Zakarias Santoso. Ilmu yang diperolehnya dalam design rangkaian elektronik, sangat membantunya dalam pekerjaannya sehari-hari di kantor. Sesuai dengan motto para insinyur atau engineer, tidak ada masalah yang tidak dapat diatasi, semua masalah selalu ada penyelesaiannya, semua pertanyaan selalu ada jawabnya. Hanya tinggal menunggu waktu saja.
Begitu juga pelajaran Pembangkit Tenaga Nuklir dengan segala permasalahannya, diajarkan oleh dosen senior dai PLN.
Ada dua orang dosennya yang datang dari salah satu angkatan setingkat master, lulusan luar negeri. Dari salah satu dosen itu, ia mendapat pelajaran tentang komunikasi digital, termasuk teknik deteksi radio atau RADAR, radio detection and ranging, yang banyak dipakai pada sistem pertahanan darat terhadap serangan dari udara, mendeteksi pesawat musuh dan secara otomatis mengarahkan tembakan meriam darat ke pesawat tersebut. Atau deteksi jarak, cuaca dan lain-lain ketika pesawat akan mendarat. Ia juga menjelaskan Teorema Shannon dalam komunikasi digital, hubungan antara lebar pita frekuensi dengan kecepatan kirim data.

Komunikasi digital adalah hal yang masih baru dalam dunia teknik telekomunikasi diwaktu itu tahun 1983, sedangkan Shannon adalah ahli matematikawan yang berlatar belakang ahli telekomuniaksi.
Dosen yang seorang lagi memberi kuliah tentang Konsep Teknologi, membahas proses-proses rekayasa atau engineering. Basis kuliahnya adalah perencanan pesawat, baik komersial maupun tempur. Ia banyak bercerita tentang pesawat tempur, diantaranya pesawat Sea Harrier buatan Inggris yang bisa lepas landas dan mendarat tegak lurus. Karena kedekatan teknik ini dengan teknik pengendalian, lalu bapak dosen ini juga menjelaskannya dalam proses pengendalian manajemen terapan.
![]() |
| Kosep Teknologi |
Sekaligus menjelaskan manajemen yang berbasis pengetahuan, knowledge-based system sebelum beralih ke expert system atau sistem pakar. Total system, atau sistem keseluruhan adalah hubungan antara input, process, output, instrumental dan enviromental input . Yang juga tak kalah penting adalah supporting system atau sistem pendukung yang berdampak pada pembiayaan.
Untuk menjaga kestabilan sistem, pengendalian dilakukan dengan mengambil sebagian out put untuk dibandingkan dengan input yang diinginkan, apakah telah sesuai atau belum. Gap antara apa yang ada dan apa yang diinginkan ini yang disebut masalah yang harus dicarikan apa penyebabnya dan bagaimana penyelesaiannya.
![]() |
| Rekayasa Sistem Total |
Dalam merencanakan sistem, aplikasi atau manajemen, apa yang kita inginkan dinyatakan dalam output, masukan utama atau apa yang akan kita olah dinyatakan dalam input, dan bagaimana input diolah dalam process. Instrumental Input, sistem perangkat lunak apa yang diperlukan, bagaimana environmental input, masukan lingkungan, dan yang penting bagaimana dampaknya terhadap pembiayaan sistem sekaligus. Lalu agar selalu terjadi perubahan menuju yang lebih baik, maka pengendalian sistem dilakukan dengan mengumpan-balik, feed back, output ke input. Seperti terlihat pada gambar berikut dan yan sebelumnya.
![]() |
| Rekayasa Pendidikan Total |
Pola atau model setiap desain untuk total system dijelaskannya flow chart pula sebagai berikut.
![]() |
| Flow Chart Total Process design |
Preliminary bisa berarti “coming before a more important action or event, especially introducing or preparing for it”. Dalam Preliminary desain diperlukan pandangan atau tinjauan terhadap technology yang sedang dan akan berkembang, keperluan yang diminta saat ini dan harus memperhatikan lingkungannya atau dampak terhadap lingkungannya itu. Kemudian barulan desain itu diproses dan diperiksa poduknya. Jika produknya sudah baik, sudah sesuai pesanan maka produksi massal dapat diserahkan ke pasar, dan seorang insinyur kembali ke meja desain yang baru, mempersiapkan jawaban terhadap tantangan kehidupan yang baru.
Kalau produknya tidak sesuai pesanan, maka diperiksa kembali apakah desainnya bisa di modifikasi atau didesain ulang. Kalau bisa diadakan preliminary desain lagi dengan prosedur yang sama atau yang sudah dikembangkan versinya. Kalau tidak ya desain itu dianggap reject atau ditolak. Bisa karena biaya terlalu tinggi atau bisa juga karena teknologinya belum ada.
Pembaca, aduh, sangat rumit ya. Memang rumit, karena dalam rekayasa harus diperhitungkan semua aspek-aspek yang mempengaruhi, agar diketahui dampak yang timbul sesegera dan seteliti mungkin. Karena, laiknya sebuah pesawat tempur, jika ada kesalahan sedikit saja, akan fatal akibatnya karena pesawat bisa jatuh, menabrak gunung lalu hancur lebur, dan kecelakaan lain yang bisa muncul. Dalam proses manajemen, kesalahan yang terjadi berulang akan mengakibatkan terjadinya degradasi intelektualitas, degradasi idealisme disusul kemudian dengan kebangkrutan sistem. Bahkan rutinitas atau stagnant, tanpa adanya perubahan, sistem akan menjadi usang dan akhirnya musnah, mengikuti Hukum Termodinamika dari sains. Tidak terkecuali dalam dunia pendidikan kita. Semua sistem harus berubah, bertransformasi menjadi lebih baik secara berkelanjutan. Hebat sekali penjelasan dosennya ini. Ilmunya dahsyat, rendah hati, mengagumkan dan sangat mengesankan dalam dirinya. Dosen ini mengajar dengan semangat, sehingga sukar untuk dilupakan apa-apa yang telah diajarkannya. Ia maklum, karena beliau adalah lulusan baru, bergelar master dalam bidangnya dari salah satu perguruan tinggi di luar negeri.
Skripsi untuk Tugas Akhir
Dosennya untuk pelajaran khusus komunikasi Optik, Ir. Rahmah MSc, seperti sudah dijelaskan sebelumnya, adalah seorang master Fiber Optik lulusan Universitas Indonesia dan luar negeri. Karena pada saat itu komuniksi fiber optik belum diimplementasikan di Indonesia, iapun lalu tertarik untuk menganalisisnya untuk perencanaan penggelaran kabel Serat Optik di Jakarta Raya dan sekitarnya. Ia lalu meminta dosennya ini sebagai pembimbing untuk skripsi Tugas Akhir, dengan objek penelitian "overlay of fiber optic cable in Jakarta surrounding".
Untuk isinya, ia mambahas pokok-pokok sistem komunikasi optik, dan bagaimana penggunaannya dalam sistem telekomunikasi sebagai jaringan penghubung (junction) dan sebagai jaringan akses, FO goes to home. Termasuk aplikasi rumus empirik Schrodinger dalam menentukan panjang junction, long haul FO cable.
Lalu ia pun mneganalisis perencanaan jangka pendek dan jangka panjang (Short and Long term planning) untuk penggelaran kabel FO di Jakarta Raya dan sekitarnya, sekitar JABODETABEK.
![]() |
| End to End FO Transmission |
![]() |
| Rumus Dasar Schrodinger Effect dalam SKSO |
Setelah beberapa kali pertemuan dengan pembimbing, kadang di kampus, kadang di rumah beliau. tapi menjelang ujuan akhir, lebih sering juga ke rumah bu Rahmah di Jagakarsa. Ia pun dinyatakan siap untuk maju dengan TA nya itu. Pada ujian Tugas akhir, bulan Agustus 1984, panitia pengujinya terdiri dari pak Dr. Ir. Tambunan sebagai ketua penguji, pak Zakarias Santoso dan Ir. Arifin dari UI sebagai anggota, dan Ibu Ir. Rahmah MSC sebagai pembimbing utama. Karena ia sudah dapat menjawab dengan baik segala pertanyaan penguji dan pembimbing, ia pun dinyatakan LULUS ujian lokal ISTN dengan nilai sangat memuaskan.
Ilmu dasar manajemen yang pernah dikuasainya ketika di organisasi ekstra maupun ketika aktif di organisasi intra di Perguruan Tinggi, semakin melengkapi dan semakin mudah baginya mengelola sesuatu, baik rekayasa teknik maupun rekayasa bisnis dan manajemen. Termasuk merekayasa percepatan lulus dari ISTN. Dari program lima tahun ia dapat menyelesaikannya dalam tiga setengah tahun karena tinggal melanjutkan pada tingkat 3 semester akhir, satu dan lain hal juga dibantu oleh sistem kredit semester. ***


















Tidak ada komentar:
Posting Komentar